Luncurkan Gerakan Satu Rumah Satu Pendongeng, Siap Menciptakan Setiap Rumah Penuh Cerita.
Depok, 19 Januari 2021 – Satu Rumah Satu Pendongeng, digagas para penggiat literasi yang tergabung dalam komunitas Dongeng Lagi Dong, berawal dari keresahan melihat kemajuan literasi saat ini di Indonesia. Satu Rumah Satu Pendongeng bukan cuma suatu gerakan tetapi ialah sebuah pergeseran untuk menciptakan setiap rumah penuh dongeng.
Visi dan Misi gerakan Satu Rumah Satu Pendongeng telah ada sejak 2018, tetapi memang gres digulirkan secara serius pada tahun 2019, pada tahun 2021 Satu Rumah satu Pendonge hadir kembali dengan berhubungan dengan Rumah Cerita Anak. Mimpi dari dibuatnya Satu Rumah Satu Pendongeng yaitu untuk menumbuhkan kembali kegiatan berdongeng dari rumah.
Beberapa rancangan aktivitas sudah dibentuk untuk mewujudkan Satu Rumah Satu Pendongeng, mulai dari mempersiapkan kelas membaca, kelas menulis dan kelas mendongeng bagi siapaun yang berhasrat hingga berencana melaksanakan Festival Satu Rumah Satu Pendongeng. Namun, ketika ini fokus pertama yaitu memperkenalkan gerakan Satu Rumah Satu Pendongeng kepada aneka macam pihak terkait untuk mampu memberikan perlindungan bagi gerakan ini.
Meluncurkan gerakan satu rumah satu pendongeng sebagai balasan dari keresahan melihat lemahnya minat literasi di rumah
“Satu Rumah Satu Pendongeng kita rancang dan buat selaku satu bentuk kepedulian kita melihat kurangnya minat bercerita dirumah yang sebetulanya telah menjadi budaya kita semenjak dahulu, dan kisah itu sungguh bagus sekali untuk perkembangan anak, membangun kedekatan dengan anak juga”. Kata Ka Resha – Ketua Gerakan Satu Rumah Satu Pendongeng.
Dilansir dari sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id, lewat kisah, orangtua mampu menanamkan nilai-nilai susila, dan nilai-nilai aksara. Sehingga, anak nantinya akan berkembang dan meningkat dengan kepribadian dan etika yang terpuji.
Efek dari dongeng dapat dimanfaatkan orangtua sebagai metode mendidik abjad anak. Pada sebuah kisah terdapat amanat yang sungguh penting bagi kemajuan contoh pikir anak-anak. Begitu pula tokoh dalam dongeng dapat menjadi contoh bagi bawah umur.
“Tanpa orang renta sadari, lewat cerita yang didengar atau dibaca, anak telah menyerap beberapa sifat positif yang kemudian ingin ditiru anak. Seperti kejujuran, keberanian, kerja keras, saling mengasihi sesama insan, menyayangi hewan, mampu berdiri diatas kaki sendiri, serta anak berguru untuk membedakan hal-hal yang bagus dan buruk. Nah hal ini (dongeng) ingin kita tumbuhkan kembali” Kata Ka Resha – Ketua Gerakan Satu Rumah Satu Pendongeng.
Apa itu Satu Rumah Satu Pendongeng?
Satu Rumah Satu Pendongeng adalah gerakan yang digulirkan oleh Komunitas Dongeng Lagi Dong dan didukung oleh Komunitas Rumah Cerita Anak. Gerakan ini dibuat selaku bentuk tanggungjawab untuk menumbuhkan kembali minat literasi khususnya pada aktivitas mendongeng. Saat ini Satu Rumah Satu Pendongeng telah merencanakan berbagia kegiatan untuk mengwujudkan Satu Rumah Satu Pendongeng.
Gerakan ini memerlukan santunan dari banyak sekali pihak dan partisipasi penduduk untuk ikut dalam gerakan Satu Rumah Satu Pendongeng. Kegiatan ini tidak hanya diperuntukan bagi orang renta saja, siapapun yang berguru dan memiliki ketertarikan dibidang Literasi mampu menjadi bab dari gerakan Satu Rumah Satu Pendongeng.
Comments
Post a Comment